Jambi,Civilnews.id Di tengah dinamika pembangunan energi dan logistik di Jambi, nama Grace, penanggung jawab lapangan PT RMK Energy, menjadi sorotan. Kehadirannya tidak hanya di ranah teknis perusahaan, tetapi juga berinteraksi dengan aktor politik lokal dan nasional dalam proses pembangunan jalan khusus batubara yang rencananya mengarah ke stockpile Aurkenali, Mendalo.

Stockpile Aurkenali berfungsi sebagai simpul logistik penting: semua batubara dikonsentrasikan di sini sebelum diekspor atau diproses. Jalan khusus yang dibangun bertujuan mempercepat distribusi, meningkatkan keamanan dan efisiensi, sekaligus meminimalkan potensi gesekan sosial di lapangan.

Para politisi kita tentu nya berperan penting dalam pembangunan ini misalnya H. A. Bakri (PAN) & Edi Purwanto (PDI-P): Komisi V DPR RI berperan dalam mendukung pembangunan infrastruktur jalan jalan khusus tersebut. Syarif Fasha (NasDem), Cek Endra (Golkar), Rocky Candra (Gerindra): Komisi XII DPR RI, berperan memastikan regulasi pertambangan dan energi kondusif bagi operasional proyek.

Sedangkan Hafiz Fattah – Ketua DPRD: Memimpin inspeksi dan memantau progres fisik sekitar 86%, termasuk pembangunan underpass, sekaligus memberikan legitimasi politik lokal. “Target kami, jalan ini harus bisa digunakan paling lambat Juli 2025. Ini penting untuk mendukung kelancaran distribusi batu bara dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tegas Hafiz.

Baca juga :  Proyek Stadion Mini Tanjung Medan, Diduga Bermasalah. Proyek Belum Selesai Tapi Sudah Rusak, Dana 150 Juta Kemana?,

Ivan Wirata – Wakil Ketua I DPRD: Menekankan urgensi percepatan proyek demi efisiensi logistik dan potensi Dana Bagi Hasil (DBH) untuk daerah. Tiga jalan khusus itu apa pun bentuknya harus bisa diselesaikan karena disitu ada pendapatan dana bagi hasil untuk daerah, tegas Ivan

Benang Merah Relasi Politik–Korporasi

Aktor Peran

Grace / PT RMK Energy : Koordinasi proyek, logistik, hubungan politik

Komisi V DPR RI : Dukungan infrastruktur jalan khusus batubara

Komisi XII DPR RI : Memastikan regulasi pertambangan/energi kondusif

DPRD Jambi (Hafiz Fattah & Ivan Wirata) : Pengawasan progres & legitimasi jalur

Kehadiran jaringan ini menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur besar seperti jalan khusus batubara melibatkan interaksi antara perusahaan, kontraktor, dan aktor politik. Grace berperan sebagai figur kunci yang menjaga aliran komunikasi antara operasional perusahaan dan pihak politik, sehingga proyek dapat berjalan sesuai rencana.

Meskipun semua pihak tampak mendukung pembangunan jalan khusus, sikap mereka terhadap pembangunan stockpile Aurkenali masih belum jelas. Pertanyaan kritis yang muncul antara lain:

Apakah dukungan terhadap jalan khusus secara otomatis berarti dukungan terhadap stockpile, atau mereka mempertimbangkan dampak sosial-lingkungan secara terpisah?

Baca juga :  KAMNAS Serukan Aksi di Mabes Polri dan BNN, Desak Pemeriksaan Bupati Batanghari FA Terkait Dugaan Penyalahgunaan Narkoba

Bagaimana peran DPRD dan DPR RI dalam memastikan bahwa pembangunan stockpile juga mengikuti prinsip keberlanjutan dan kepatuhan regulasi?

Apakah koordinasi antara perusahaan dan politikus memadai untuk menyeimbangkan kepentingan ekonomi dan lingkungan masyarakat sekitar?

Tulisan ini bersifat informatif dan analitis, tidak menuduh pelanggaran hukum, namun menunjukkan bagaimana proyek strategis melibatkan koordinasi antara korporasi dan lembaga politik untuk memastikan kelancaran operasional dan kepatuhan terhadap regulasi.

Catatan Analitis dan Pertanyaan Kritis

Sumber :

Antarajambi, DPRD dan Pengamat sebut jalan khusus batu bara Jambi harus dipercepat untuk menekan kerugian (11 oktober 2025)

Khumparan.com, DPRD Provinsi Jambi Targetkan Jalan khusus batubara beroperasi juli 2025 (24 April 2025)

Civilnews.id Grace dan Tiga Bayangan: Anatomi Relasi Kuasa RMK di Jambi (7 Oktober 2025)