Penampakan Aktivitas Tambang , Warganet : Penyebab Sungai Jambi Terlihat Keruh

Jambi — Sejumlah unggahan warganet di media sosial yang memperlihatkan aktivitas pertambangan di Kabupaten Merangin menjadi sorotan publik. Aktivitas tersebut disebut semakin masif dan oleh sebagian warganet dinilai berpotensi berdampak pada kondisi sungai di Provinsi Jambi yang belakangan terlihat keruh.

Salah satu unggahan datang dari akun TikTok Dikbuul. Dalam keterangannya, akun Dikbuul menyampaikan kekhawatirannya terhadap dampak lingkungan yang mungkin ditimbulkan. “Harusnya kalau kegiatan ini tidak ada, masyarakat sekitar bisa menikmati air yang bersih dan juga lingkungan yang tetap asri,” ujar Dikbuul dalam unggahannya.

Berdasarkan keterangan warganet, video yang beredar tersebut diketahui berlokasi di Kecamatan Pangkalan Jambu, Kabupaten Merangin. Sejumlah pengguna media sosial juga menyebut bahwa beberapa hulu sungai di Jambi terhubung dari wilayah tersebut, sehingga aktivitas di kawasan hulu dinilai perlu mendapat perhatian serius.

Seiring mencuatnya sorotan tersebut, warganet turut menyampaikan masukan dan harapan agar Bupati Merangin, H. M. Syukur, dan Wakil Bupati Merangin, Drs. H. Abdul Khafied Moein, dapat mengambil peran aktif dalam melakukan pengawasan terhadap aktivitas yang berpotensi berdampak pada lingkungan.

Baca juga :  Pengamat Ingatkan Walikota Maulana, Soal PT. SAS Semua Orang Mengamati Permainanmu, Saya Hanya Menyampaikan

Warganet menilai, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab penting untuk memastikan setiap kegiatan ekonomi berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan serta memperhatikan aspek perlindungan lingkungan, khususnya di wilayah hulu sungai. Pengawasan yang konsisten dinilai menjadi kunci agar kelestarian lingkungan tetap terjaga dan masyarakat tidak dirugikan.

Namun demikian, sebagian warganet juga mengingatkan agar persoalan ini tidak disimpulkan secara sepihak dan meminta adanya klarifikasi dari instansi berwenang terkait perizinan serta kajian lingkungan. Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak terkait mengenai aktivitas yang terekam dalam unggahan tersebut.

Publik berharap adanya penelusuran lapangan serta transparansi informasi dari pemerintah daerah dan instansi terkait guna memberikan kepastian kepada masyarakat.