Civilnews.id,Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Sarolangun (UNISAR), Ferdiansyah, melontarkan kritik tajam terhadap PT Krisna Duta Agroindo (KDA). Perusahaan perkebunan yang beroperasi di wilayah Kecamatan Bathin VIII, Jambi ini, dinilai abai dan menutup mata terhadap pembangunan sumber daya manusia (SDM) lokal, khususnya bagi kalangan pemuda dan mahasiswa di Desa Tanjung dan sekitarnya.
Kritik ini muncul dipicu oleh sulitnya akses pendanaan melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR). Ferdiansyah mengungkapkan bahwa selama ini berbagai inisiatif program dan proposal kegiatan yang diajukan oleh mahasiswa serta pemuda setempat selalu berujung pada penolakan atau tanpa kejelasan dari pihak manajemen perusahaan.
“Kami sangat menyayangkan sikap PT KDA. Mereka beroperasi di wilayah kami, mengambil manfaat ekonomi dari tanah kami di Bathin VIII, namun kontribusi mereka terhadap pengembangan intelektual dan kegiatan pemuda nihil. Proposal yang kami ajukan bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk kemajuan daerah melalui kegiatan kemahasiswaan,” ujar Ferdiansyah dalam keterangan persnya, Jumat (23/01/2026).
Menurut Ferdiansyah, sesuai dengan amanat UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, setiap perusahaan memiliki kewajiban sosial dan lingkungan. Namun, realita di lapangan menunjukkan adanya jarak yang lebar antara kemakmuran perusahaan dengan pemberdayaan pemuda di ring satu operasional perusahaan.
“Kami tidak sedang meminta bantuan sukarela, kami menuntut hak masyarakat. Jika proposal kegiatan edukatif dan sosial dari mahasiswa saja selalu diabaikan, maka patut dipertanyakan ke mana larinya aliran dana CSR PT KDA selama ini? Transparansi perusahaan sangat kami ragukan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Presiden BEM UNISAR ini menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam. Ia meminta manajemen PT KDA segera melakukan evaluasi terhadap kebijakan penyaluran CSR mereka agar lebih tepat sasaran bagi pemuda di Desa Tanjung dan sekitarnya.
“Jika dalam waktu dekat tidak ada itikad baik dari PT KDA untuk duduk bersama dan merespons kegelisahan pemuda, kami dari BEM UNISAR akan melakukan konsolidasi massa yang lebih besar. Jangan sampai investasi yang ada di Sarolangun ini justru mematikan kreativitas dan semangat pemuda lokalnya sendiri,” tutup Ferdiansyah.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Krisna Duta Agroindo (KDA) belum memberikan pernyataan resmi terkait keluhan yang disampaikan oleh pihak BEM UNIISAR.

Tinggalkan Balasan