Indonesia, 2 Desember 2025 – Di tanah yang pernah diselimuti duka, hari ini tumbuh kembali sesuatu yang jauh lebih besar daripada luka: rasa persaudaraan. Masyarakat Kabupaten Cianjur, bersama berbagai organisasi kemanusiaan, bergandengan tangan menginisiasi gerakan pengiriman bantuan logistik untuk korban banjir dan tanah longsor di Sumatera. Bantuan ini bukan sekadar paket kebutuhan mendesak bantuan ini membawa pesan ketulusan, dan yang paling utama adalah Beras Cianjur, simbol rasa terima kasih dan ikatan antarsesama anak bangsa.

Gerakan bertajuk “Kirim Beras Cianjur ke Sumatera” lahir dari memori kolektif yang masih melekat kuat dalam hati warga Cianjur. Mereka tidak melupakan 2022 tahun ketika gempa memorak-porandakan rumah, harapan, dan kehidupan banyak keluarga di sini. Ketika itu, di tengah kepiluan dan kehancuran, datang uluran tangan dari saudara jauh di Sumatera. Bantuan puluhan ton rendang bukan hanya mengenyangkan tetapi menegakkan kembali semangat hidup, memberikan kekuatan untuk bangkit dari puing-puing, dan mengingatkan bahwa derita tak pernah berdiri sendirian di negeri ini.

Baca juga :  Santri Jadi Urusan Negara, Ditjen Pesantren Siap Diluncurkan

Kini, ketika bencana menimpa Sumatera, warga Cianjur merasa terpanggil bukan karena kewajiban, melainkan karena ingatan pada kebaikan yang pernah mereka terima. Mereka tahu persis bagaimana rasanya kehilangan, bagaimana rasanya menunggu kabar, menunggu keajaiban, menunggu uluran tangan yang mampu mengusap air mata. Karena itulah mereka bergerak, tanpa banyak bicara: membalas kebaikan dengan kebaikan, menguatkan saudara dengan cara yang pernah menguatkan mereka dulu.

Cianjur hari ini tidak hanya mengirim logistik Cianjur sedang mengirim kembali harapan. Persaudaraan ini mungkin tidak mampu menghentikan banjir atau longsor, tapi ia mampu mencegah putusnya keyakinan bahwa bangsa ini selalu menjaga satu sama lain. Dalam setiap karung Beras Cianjur yang dikirim, terselip doa sederhana: semoga Sumatera kembali pulih, dan semoga luka akan berubah menjadi kekuatan, seperti yang pernah terjadi di sini.