Civilnews.id, Jambi – PT Sinar Anugerah Sukses (PT SAS), perusahaan tambang batu bara yang saat ini tengah membangun jalan khusus batu bara di Provinsi Jambi, mulai melaksanakan pelatihan bagi perwakilan masyarakat yang akan terlibat dalam program penanaman Ruang Terbuka Hijau (RTH) di kawasan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS).
Sebagai bagian dari kegiatan tersebut, PT SAS juga menyerahkan bibit buah secara gratis kepada seluruh peserta pelatihan. Bibit yang dibagikan antara lain sirsak, alpukat, kelengkeng, mangga, dan rambutan.
Bibit tersebut dapat ditanam di pekarangan rumah masing-masing maupun pada area yang telah disiapkan sebagai kawasan Ruang Terbuka Hijau di lingkungan sekitar masyarakat.
Program pembagian bibit buah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung upaya penghijauan, pelestarian lingkungan, serta kontribusi terhadap pengurangan dampak perubahan iklim di daerah.
Ansor, salah seorang peserta pelatihan dari Kelurahan Penyengat Rendah, mengaku menyambut baik kegiatan tersebut. Selain memperoleh pengetahuan baru mengenai teknik penanaman yang baik dan benar, ia juga merasa senang karena bibit buah yang diterima dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi keluarganya.
“Kami mendapatkan ilmu baru sekaligus bibit buah yang nantinya bisa ditanam dan dinikmati hasilnya,” ujarnya.
Pelatihan Teori dan Praktik Penanaman RTH
Pelatihan penanaman RTH menghadirkan tenaga ahli di bidang penghijauan dan lingkungan hidup, serta melibatkan narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jambi.
Kegiatan yang dimulai sejak 12 Februari 2026 tersebut dilaksanakan dalam dua bentuk, yaitu sesi teori yang berlangsung di Golden Harvest Hotel Jambi dan praktik lapangan yang dilakukan langsung di kawasan TUKS PT SAS.
Program penanaman pohon di kawasan RTH PT SAS akan melibatkan masyarakat dari empat kelurahan dan desa yang berada di sekitar area kegiatan, yakni Penyengat Rendah, Aur Kenali, Mendalo Darat, dan Mendalo Laut.
Masyarakat tidak hanya dilibatkan dalam proses penanaman, tetapi juga dalam kegiatan pendukung lainnya, mulai dari tahap persiapan hingga pemeliharaan pasca tanam. Keterlibatan ini diharapkan dapat memperkuat rasa memiliki terhadap kawasan hijau yang akan dibangun bersama.
Selama pelatihan, peserta memperoleh pemahaman teknis mengenai kebijakan dan regulasi Ruang Terbuka Hijau, tata cara penanaman pohon yang baik dan benar, persiapan lahan, pemilihan jenis tanaman, teknik penanaman, hingga perawatan pasca tanam agar tanaman dapat tumbuh secara optimal.
Direktur PT SAS, Kameswara Helly, mengatakan bahwa pelatihan tersebut penting dilakukan untuk memastikan seluruh kegiatan penanaman berjalan sesuai standar teknis dan mampu memberikan manfaat yang maksimal dalam jangka panjang.
Menurutnya, program penghijauan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan kegiatan usaha yang memperhatikan aspek lingkungan dan keberlanjutan.
Sesuai dengan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang telah disusun dan diselesaikan perusahaan, PT SAS akan menyiapkan kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di area operasional TUKS sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus menciptakan kawasan yang lebih hijau, nyaman, dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar.
Melalui pelibatan masyarakat secara langsung, PT SAS berharap program penanaman RTH tidak hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan masyarakat serta memperkuat kolaborasi antara perusahaan dan warga dalam menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan